Besaran dan Satuan
Besaran
Besaran adalah sesuatu yang
dapat diukur atau dihitung dan dapat dinyatakan dengan angka serta mempunyai
satuan. Satuan adalah sesuatu yang
menyatakan ukuran suatu besaran yang diikuti bilangan.
Misalkan sebuah mobil sedang melaju dengan kecepatan 60 km/jam maka kecepatan
adalah besaran, 60 adalah nilai, dan km/jam adalah satuan yang mengikuti
besaran kecepatan.
Besaran fisika dibagi
menjadi 2 bagian :
a.
Besaran pokok, yaitu besaran yang
satuannya telah ditentukan secara Internasional (SI), merupakan dasar dari
besaran lain (turunan).
Tabel berikut menunjukan nama
besaran pokok dan satuannya :
Nama Besaran
|
Satuan
|
Suhu
|
Kelvin (K)
|
Massa
|
Kilogram (Kg)
|
Panjang
|
Meter (m)
|
Jumlah Zat
|
Mol
|
Intensitas Cahaya
|
Candela (cd)
|
Waktu
|
Detik (s)
|
Arus Listrik
|
Ampere (A)
|
b.
Besaran turunan, yaitu
besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok. Tabel berikut menunjukan
beberapa contoh besaran turunan, diantaranya :
Nama Besaran
|
Satuan
|
Nama Besaran
|
Satuan
|
Luas
|
m2
|
Gaya
|
Kg m/s2
(Newton)
|
Volume
|
m3
|
Usaha
|
Kg m2/s2
(Joule)
|
Kecepatan
|
m/s
|
Tekanan
|
Kg/m s2 (Pascal)
|
Besaran berdasarkan
arahnya dikelompokkan menjadi 2 macam, yaitu :
a.
Besaran skalar, yaitu besaran yang
mempunyai nilai saja. Contoh besaran skalar adalah massa, panjang, waktu,
kelajuan, dll.
b.
Besaran vektor, yaitu besaran yang
mempunyai nilai dan arah. Contoh besaran skalar adalah perpindahan, gaya,
kecepatan, percepatan, momentum, dll.
Dimensi adalah cara suatu besaran tersusun atas besaran pokok.
Tabel berikut menunjukan dimensi dari besaran pokok.
Nama Besaran
|
Dimensi
|
Suhu
|
[ θ ]
|
Massa
|
[ M ]
|
Panjang
|
[ L ]
|
Jumlah Zat
|
[ N ]
|
Intensitas Cahaya
|
[ J ]
|
Waktu
|
[ T ]
|
Arus Listrik
|
[ I ]
|
Analisis dimensi memiliki manfaat, antara lain :
a.
Mengungkapkan/membuktikan
kesetaraan dan kesamaan dua besaran.
b.
Meneliti benar atau
salahnya suatu persamaan yang menyatakan suatu hubungan besaran fisika.
c.
Menentukan Menentukan
satuan dari besaran turunan berdasarkan analisis dimensional.
d.
Untuk penurunan
persamaan fisika.
Pengukuran
Pengukuran adalah kegiatan membandingkan
suatu besaran yang dicari dengan besaran yang sudah memiliki standar. Pada umumnya, pengukuran suatu besaran yang sering kita
lakukan adalah pengukuran panjang, pengukuran massa dan pengukuran waktu.
a.
Pengukuran panjang
Dalam pengukuran panjang,
dapat menggunakan beberapa alat seperti:
1)
Mistar/Penggaris
Ketelitian Penggaris 0,1 cm/ 1 mm, sehingga
Δx nya adalah 0,05cm
Pengukuran panjang menggunakan penggaris
L
dimana
adalah panjang ujung akhir pensil dan
panjang ujung awal pensil.
Dari gambar tersebut
didapatkan panjang pensil adalah 4cm±0,05cm
2)
Jangka Sorong
Ketelitian Jangka Sorong 0.01 cm / 0.1 mm,
sehingga Δx nya adalah 0,005cm
L
Dari gambar tersebut
didapatkan panjang pensil adalah (4,07cm±0,005cm)
3)
Mikrometer Sekrup
Ketelitian sebesar 0.01
mm/0.001 cm, sehingga Δx nya
adalah 0,005mm
L
Dari gambar tersebut
didapatkan panjang pensil adalah (4,37mm±0,005mm)
b.
Pengukuran massa
Dalam pengukuran massa, kita dapat menggunakan
beberapa alat seperti :
1)
Neraca Lengan/Ohauss
Neraca Ohauss merupakan alat ukur
massa, memiliki ketelitian sebesar 0.01 kg. Neraca ini terdiri atas tempat
beban, skala beban, beban geser, dan sistem menunjuk.
Perhitungan Massa neraca
Ohauss (m) :
m = skala lengan
belakang + skala lengan tengah + skala lengan depan
2)
Neraca Gantung/Pegas
Neraca gantung/pegas merupakan alat
ukur massa, memiliki ketelitian sebesar 0.5 gr. Neraca ini terdiri atas pegas
dan selongsong besi yang pada bagian ujungnya terdapat pengait. Cara mengukur
dengan necara pegas adalah benda digantung pada gantungan neraca, kemudian
dilihat skala yang ditunjukan pada penunjuk neraca.
c.
Pengukuran Waktu
Dalam pengukuran massa, biasanya kita menggunakan
stopwatch. Stopwatch sendiri dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
1) Stopwatch Analog merupakan alat ukur waktu dengan ketelitian 0.1 sekon,
gerakan jarum penunjuk menyatakan rentang waktu dalam detik.
2) Stopwatch digital merupakan alat ukur waktu dengan menggunakan digit angka
untuk menyatakan rentang waktu suatu peristiwa. Pada stopwatch digital tingkat
ketelitiannya mencapai 0.01 sekon.
1.
Angka Penting
Angka penting merupakan angka yang dihasilkan dari hasil pengukuran, terdiri atas
angka-angka yang sudah pasti (terbaca pada alat ukur) dan satu angka terakhir
yang diragukan. Terdapat beberapa aturan
angka penting, yaitu :
1)
Semua angka bukan nol merupakan
angka penting. Contoh : 6,89 ml memiliki 3 angka penting.
2) Semua angka nol
yang terletak diantara angka bukan nol merupakan angka penting. Contoh :
1208 meter memiliki 4 angka penting.
3) Semua angka nol
yang terletak di belakang angka bukan nol yang terakhir, tetapi terletak di
depan tanda desimal adalah angka penting. Contoh : 70000, memiliki 5 angka
penting.
4) Angka nol yang terletak di belakang angka bukan nol yang terakhir dan di belakang tanda desimal
adalah angka penting. Contoh : 23,5000 kg memiliki 6 angka penting.
5) Angka nol yang terletak di belakang angka bukan nol yang terakhir dan tidak dengan tanda
desimal adalah angka tidak penting. Contoh : 3500000 memiliki 2 angka
penting.
6)
Angka nol yang terletak di depan angka bukan nol yang
pertama adalah angka tidak penting. Contoh : 0,0000352 sekon memiliki 3
angka penting.
7)
Semua angka nol yang
terletak di kanan angka bukan nol namun
tidak diikuti koma desimal bukan angka penting, kecuali diberi tanda.
Contoh : 1205000 memiliki 6 angka penting.
8)
Aturan pembulatan dalam
angka penting dalam fisika adalah sebagai berikut :
Angka yang memiliki nilai > 5 dibulatkan keatas. Contoh: 7,36 dibulatkan menjadi 7,4.
Angka yang memiliki nilai < 5 dibulatkan kebawah. Contoh: 4,34 dibulatkan menjadi 4,3.
Angka yang memiliki nilai = 5 dibulatkan keatas jika sebelumnya ganjil, Contoh: 4,25
dibulatkan menjadi 4,2. Contoh yang lainnya, 5,55 dibulatkan menjadi 5,6.
Pada aturan angka penting, Operasi hitung angka
penting memiliki beberapa aturan berikut :
1)
Penjumlahan dan pengurangan
Aturan pengurangan dan
penjumlahan angka penting menghasilkan hanya satu angka taksiran saja dan angka
penting paling sedikit.
Contoh : 33,15 (3 angka penting)
1,4 (2 angka penting)
34,55 (4 angka penting)
dibulatkan menjadi 34,6 (3 angka
penting)
2)
Perkalian dan pembagian
Aturan perkalian dan pembagian angka penting (a.p)
menghasilkan banyak angka penting yang paling sedikit dari bilangan yang
dioperasikan.
Contoh 1 :
13,4 x 2,5
= 33,5
(3 a.p) x (2 a.p) =
(3 a.p) diubah jadi 2 a.p sehingga 34
(2 a.p)
Contoh 2 :
1,44 : 3,6
= 0,4
(3 a.p) : (2
a.p) = (2 a.p) tidak perlu diubah karena
sudah (2 a.p)
3)
Pemangkatan dan penarikan akar
Aturan pemangkatan dan penarikan akar menghasilkan banyak
angka penting yang dioperasikan.
Contoh 1: (2,5)2
= 6,25 (3 a.p) diubah menjadi 6,3 (2
a.p)
Contoh 2: √625 =
25 (2 a.p) diubah menjadi 25,0 (3
a.p)
4)
Perkalian dan pembagian dengan bilangan eksak
Aturan perkalian dan pembagian dengan bilangan
eksak menghasilkan banyak angka penting yang sama dengan bilangan hasil
pengukuran.
Contoh : suatu benda
memiliki panjang 1,34 meter, maka jika diperpanjang lagi menjadi 6 kali, maka :
1,34 x 6 = 8,04 ( 3 a.p)
2.
Notasi Ilmiah
Merupakan notasi yang
menyederhanakan bilangan yang sangat kecil atau sangat besar menjadi satu
tempat satuan. Notasi umumnya bisa ditulis :
Dengan :
= bilangan asli 1 sampai 9
n = bilangan eksponen
Komentar
Posting Komentar